Jumat, 15 Mei 2015

REVIEW BUKU TPP: RONALD H CHILCOTE (BAB 5)


TEORI SISTEM DAN TEORI NEGARA


  • Wiwin Rahmah Sari                            
  • Lamtinur Citra L Sitanggang             
  • Ary Dwi Prasetyo                            
  • Mardiana                                           
  • Orinda Aprillia                                          
  • Yensi Claudia Kumayas                     
  • Puput Melati                                   
  • Bell heden Prasetyo                           
  • Arnol Roberto
Foto-foto Kelompok Resume Buku Bab 5
Ronald H Chilcote dalam bukunya pada bab 5 yang berjudul ‘’Teori Sistem dan Teori Negara” menjabarkan bagaimana kerangka kerja dan fase-fase yang membentuk teori sistem David Easton dan Gabriel Almond. Chilcote juga menampilkan bagaimana teori Easton dan Almond mendapat perhatian dari banyak pihak. Teori sistem Easton banyak diterjemahkan oleh berapa ilmuan politik lainnya, Spiro mengembangkan teori sistem dengan memperjelas keberadaan input (dia menyebutnya sebagai isu-isu politik), sedangkan Deutsch mengaitkan sistem informasi dengan keputusan politik, dan Kaplan memakai terminologi sistem Easton untuk menjelaskan politik Internasional. Chilcote sendiri, mengkritik Easton berpijak pada konseptualisasi yang tidak kuat. Chilcote berpendapat, tidak ada perbedaan yang spesifik antara sistem politik, sitem ekonomi, dan sistem sosial, karena Easton terlalu sederhana menjelaskannya. Chilcote juga menjabarkan bagaimana teori Almond berproses hingga menghasilkan sebuah konsep struktural fungsional. Almond lebih komprehensif karena dia menjelaskan interaksi dalam sistem politik yang memiliki struktur dan fungsi, yang nantinya dapat menghasilkan sebuah budaya politik. Klasifikasi-klasifikasi sistem mengungkapkan keragaman dan sudut pandang interpretasi yang berbeda, dalam Jurnal World Politics tahun 1965 dan sebuah buku yang ditulisnya bersama G. Bingham Powell, yakni Comparative Politics: A Developmental Approach. Dalam buku tersebut Almond secara terarah berusaha membangun sebuah model yang terdiri dari serangkaian konsep dan tahapan-tahapan proses pembangunan.

Namun sangat disayangkan, dalam bukunya, Chilcote lebih banyak mengurai teori sistem itu sendiri dan tidak luas dalam mengkaji teori negara meskipun tidak menampikan bahwa untuk mempelajari teori negarapun dapat didasari oleh teori sistem itu sendiri. Namun, pada dasarnya Chilcote menjelaskan bahwa dalam studi perbandingan politik kajian dengan pendekatan sistem sangat bermanfaat bagi penelitian-penelitian perbandingan politik. Dalam bab 5 ini, Chilcote memperlihatkan hubungan antara teori holistic ortodoks yang berjangkauan sempit dan menengah memperhatikan bagian-bagian sistem, fungsionalisme struktural dan teori holistic radikal yang berupaya menghubungkan beberapa bagian hanya dalam konteks sistem secara utuh.

Melalui teori sistem dan teori negara yang merupakan arahan-arahan teoritis dalam studi perbandingan politik, siapa saja dapat meneliti dan mengamati bagaimana suatu negara dapat berjalan dan dapat mempelajari berbagai kecendrungan dari teori sistem itu sendiri. Namun pertanyaannya, apakah teori sistem baik gagasan Easton maupun Gabriel Almond ini dapat menjelaskan struktur politik dinegaranegara sosialis? karena teori sistem sendiri dianggap dapat meruntuhkan teori-teori Marxism namun kecenderunganya ilmuan politk cendrung hanya melihat dari hubungan politik dan ekonomi saja dalam menjelaskan baik sistem ataupun negara dan menghindari penjelasan-penjelasan terkait hubungan kekuasaan dengan pemaksaan serta kelas dan perjuangan kelas yang menjadi stuktur utama dalam masyarakat sebagai bagian dari sistem dan negara. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar