Rabu, 20 Mei 2015

Analisis Film Hirosima dan Hubungan keamanan Jepang - AS



Notulen : Hafizh Ramadhana

Analisis Film Hirosima dan Hubungan keamanan Jepang  -  AS  


Pada Pertemuan kali ini membahas tentang film Hirosima yang telah ditonton minggu lalu, diskusi pertama dimulai dari Sdr Renaldy yang menggambarkan kebijakan Presiden Herry S. Truman yang mana kemudian Amerika Serikat bersekutu untuk mengalahkan Jepang dengan untimatum terlebih dahulu namun tidak dihiraukan dan akhirnya Bom dijatuhkan pada tanggal 6 Agustus 1945 di Jepang yang kemudian AS sangat berpengaruh terhadap ideologi Jepang.

Setelah itu dilanjutkan oleh Sdr. Ansor Budiman yang mengatakan film tersebut diawali dengan usaha keras AS dalam melakukan riset maupun usaha pemboman atas instruksi presiden Truman dan diceritakan saat pemboman banyak rakyat Jepang yang terkecoh pada pesawat cuaca Amerika Serikat sehingga mereka keluar dari bunker karena menganggap kondisi telah aman namun  disitulah pemboman terjadi. Sdr Ikko Tri Jayadi menambahkan Bom Hirosima jatuh di 6 Agustus dari pesawat B 29 dengan bom yang diberinama Little Boy dari Ketinggian 9000 M dan meledak pada pukul 08:05 Pagi.

Dari Sdr. Bayu Purnomo dijelaskan bahwa kekalahan Nazi Jerman membuat Amerika semakin terdorong untuk menjatuhkan Bom atom di Jepang. Bom nuklir yang menewaskan 70.000 orang ini adalah hasil penelitian Alberd Einstein. Hiroshima dipilih sebagai lokasi pemboman karena disitulah pusat militer dan produksi di Jepang selanjutnya di Nagasaki bom dijatuhkan pada tanggal 9 Agustus 1945 dan menewaskan 30.000 orang.

Sdri. Puput Melati mengatakan sasaran utama bom ini adalah tentara dan pelaut ditambahkan lagi oleh Sdr. Dani AS sangat gembira mengetahui berhasilnya rencana pemboman. Dilanjutkan oleh Sdr. Ikvi Zainal Wafa mengenai analisis kebijakan di AS  dimana Truman mengalami dilema diawal pemerintahannya dan potensi Jepang dalam letak geografis.

Kemudian Ibu Unis menanyakan pelajaran apa yang terkandung dalan peristiwa pemboman tersebut?
Yang oleh Sdr. Hafiz Ramadana mengatakan hal yang sangat miris dimana banyak manusia tidak berdosa yang ikut menjadi korban terutama anak-anak dan wanita. Kemudian Oleh Sdr. Wagis Alfianto melihat dari aspek hubungan internasional sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan diplomasi sebelumnya dan Sdr Dwi Hermawan perlunya pertanggung jawaban kepemimpinan Jepang kala itu yang menyebabkan korban jiwa yang sangat banyak.

Setelah diskusi dirasa cukup oleh bu Unis maka dilanjutkan materi tentang Hubungan keamanan Jepang  - AS yauty faktor pendorong polugri seperti ancaman Uni Soviet, kemerosotan hegemoni AS dan Gaiatsu kemudian faktor tekanan internal seperti amandemen pasal 9, peningkatan anggaran militer dan isu kuil Yasakuni.  Kemudian dari faktor pembendung seperti Japan Self Defence Force dan trauma negara sekitar akibat ekspansionis Jepang dulu, juga Dilema internal antara Yoshida ine dan Nakasone Line.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar